Film Cerita Pendek · Film Selesai · 2017
Film pendek berdurasi 30 menit tentang Yohanes, yang dikenal dengan nama
panggilan Cakram, serta beberapa pemuda yang sering dikucilkan dalam
lingkungan organisasi pemuda gereja yang semakin eksklusif.
Tentang Film
Ketika Organisasi Pemuda Gereja Menjadi Eksklusif
Cakram merupakan film cerita pendek yang berlatar di sebuah
perkemahan pemuda dan remaja gereja. Film ini menyorot eksklusivitas
dalam pelayanan organisasi pemuda gereja di tingkat jemaat.
Judul film berasal dari nama panggilan Yohanes, seorang pemuda yang
bersama beberapa temannya sering dikucilkan karena dianggap sebagai
anak-anak bermasalah.
Melalui pengalaman mereka, film ini melihat bagaimana prasangka,
hierarki internal, dan kepemimpinan yang tertutup dapat melemahkan
organisasi serta merusak kehidupan gereja yang seharusnya dilayani.
Logline
Di tengah perkemahan pemuda gereja, Yohanes dan teman-temannya
berhadapan dengan kepemimpinan eksklusif yang lebih dahulu menghakimi
mereka sebelum mengakui martabat, keterlibatan, dan tempat mereka dalam
komunitas.
Sinopsis
Dikucilkan dari Komunitasnya Sendiri
Yohanes lebih dikenal dengan nama panggilan Cakram. Bersama beberapa
temannya, ia menjalani kehidupan dalam organisasi pemuda gereja dengan
reputasi yang telah lebih dahulu dilekatkan kepada mereka.
Mereka dianggap mengganggu dan tidak sesuai dengan gambaran pemuda
gereja yang dipandang baik oleh organisasi. Karena penilaian tersebut,
mereka kerap dijauhkan dari kegiatan, proses pengambilan keputusan, dan
kepemimpinan.
Cerita berlangsung dalam sebuah perkemahan pemuda dan remaja gereja.
Di ruang itu, hubungan antara ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota
organisasi semakin terlihat.
Di balik struktur formal organisasi, film ini memperlihatkan
keberpihakan, pengucilan, dan bentuk kepemimpinan yang hanya melayani
kelompok tertentu, bukan seluruh anggota.
Melalui Cakram dan teman-temannya, film ini mempertanyakan apakah
organisasi pemuda gereja sungguh dapat menjadi ruang pelayanan ketika
sebagian pemuda diperlakukan seolah-olah tidak layak menjadi bagian
darinya.
Gagasan Utama
Pelayanan kehilangan maknanya ketika menjadi eksklusif.
Organisasi pemuda gereja seharusnya membuka ruang untuk keterlibatan,
pertumbuhan, koreksi, dan saling menjaga—bukan mengulangi penghakiman,
hierarki, dan pengucilan.
Kepemimpinan dan Pelayanan
Mengkritik Jarak antara Pengurus dan Anggota
Film ini menggambarkan hubungan internal antara ketua, sekretaris,
bendahara, dan anggota dalam sebuah organisasi pemuda gereja.
Posisi organisasi tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai jabatan
formal. Setiap posisi membawa tanggung jawab untuk membangun
kepercayaan, membuka keterlibatan, dan memastikan pelayanan tidak
dikuasai oleh kelompok kecil.
Ketika kepemimpinan menjadi eksklusif, organisasi dapat kehilangan
hubungan dengan pemuda yang seharusnya didampingi. Film ini menempatkan
keadaan tersebut sebagai masalah yang dapat merusak organisasi pemuda
dan gereja itu sendiri.
Penghakiman dan Rasa Memiliki
Siapa yang Diperbolehkan Menjadi Bagian dari Gereja?
Cakram dan teman-temannya dinilai melalui label yang dilekatkan kepada
perilaku dan kedudukan sosial mereka.
Film ini mempertanyakan betapa mudahnya seorang pemuda disingkirkan
tanpa terlebih dahulu dipahami. Apakah gereja menjadi ruang perubahan
dan persekutuan, atau justru menjadi lembaga lain yang mengucilkan orang
yang tidak sesuai dengan gambaran idealnya?
Kehadiran mereka mengingatkan bahwa pelayanan tidak boleh dibatasi
hanya bagi orang-orang yang telah dianggap baik, patuh, atau layak.
Latar Cerita
Perkemahan Pemuda dan Remaja Gereja
Cerita film berlangsung dalam sebuah perkemahan pemuda dan remaja
gereja. Latar ini mempertemukan pemuda, pengurus organisasi, ibadah,
rekreasi, kedisiplinan, dan hubungan sosial di dalam satu ruang hidup
sementara.
Perkemahan menjadi gambaran yang dipadatkan dari berbagai peristiwa yang
pernah atau mungkin terjadi dalam organisasi pemuda gereja.
Proses Produksi
Dibuat pada Dua Hari Terakhir Perkemahan
Film ini diproduksi dalam Perkemahan Raya KPR KGPM yang berlangsung
pada 26 Juni sampai 1 Juli 2017 di bumi perkemahan Ranoan, Kanonang,
Minahasa.
Kalfein Wuisan diminta oleh Congregational Cinematography, komunitas
film KGPM, dan CTC, kelompok teater KGPM, untuk menggarap sebuah film
pendek selama kegiatan tersebut.
Sebagai penulis skenario dan sutradara, ia dibantu oleh anggota
Terakota Fatek UNSRAT sebagai kru produksi.
Film ini dibuat selama dua hari terakhir perkemahan. Keterbatasan waktu
memengaruhi proses teknis dan penggarapannya, tetapi sekaligus
menjadikannya pengalaman belajar bersama yang intensif.
Pemutaran Perdana
Diputar sebelum Acara Api Unggun
Cakram dipratayangkan pada Sabtu, 1 Juli 2017, pada malam
terakhir perkemahan.
Film diputar sebelum acara api unggun. Karena kemungkinan belum seluruh
peserta sempat menontonnya, CC KGPM kemudian mengunggah kembali film
tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak penonton.
Proses Belajar
Berkarya dengan Waktu dan Peralatan Terbatas
Tim produksi menyadari bahwa film ini masih memiliki keterbatasan dalam
waktu, teknik, dan penggarapan.
Keterbatasan tersebut tidak disembunyikan. Produksi film justru menjadi
bahan evaluasi dan proses belajar bagi Congregational Cinematography
serta kru yang terlibat agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik
pada masa berikutnya.
Informasi Proyek
Detail Film
Judul
Cakram
Format
Film cerita pendek
Tahun
2017
Durasi
30 menit
Konteks produksi
Perkemahan Raya KPR KGPM
Waktu perkemahan
26 Juni–1 Juli 2017
Lokasi
Bumi perkemahan Ranoan, Kanonang, Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia
Tokoh utama
Yohanes, dikenal dengan nama panggilan Cakram
Penulis skenario dan sutradara
Kalfein Wuisan
Digagas bersama
Congregational Cinematography—CC KGPM · CTC
Dukungan kru
Terakota Fatek UNSRAT
Pemutaran perdana
1 Juli 2017 · Malam terakhir Perkemahan Raya KPR KGPM
