Lewati ke isi

KALFEIN MAIKEL WUISAN

Rhythm of Soul

Video eksperimental musikalisasi puisi yang mempertemukan tradisi Kalelon dan Maka’aruyen Minahasa dengan blues sebagai penghormatan kepada Prof. Dr. W. A. Roeroe.

Video Eksperimental Musikalisasi Puisi · Karya Selesai · 2016

Karya audiovisual eksperimental yang mempertemukan tradisi Kalelon dan
Maka’aruyen Minahasa dengan blues serta puisi sebagai penghormatan kepada
Prof. Dr. W. A. Roeroe.


Tentang Karya

Tradisi, Puisi, dan Blues

Rhythm of Soul merupakan video eksperimental musikalisasi
puisi yang dikembangkan melalui pertemuan antara tradisi Kalelon dan
Maka’aruyen Minahasa, puisi, bahasa audiovisual kontemporer, dan blues.

Karya ini dibuat untuk mengenang dan menghormati Prof. Dr. W. A.
Roeroe, yang dipandang oleh orang-orang yang terlibat sebagai seorang
guru dengan pemikiran serta kehadiran yang memengaruhi kerja
kebudayaan, intelektual, dan kreatif di Minahasa.

Alih-alih menyajikan potret biografis yang konvensional,
Rhythm of Soul mendekati ingatan melalui bunyi, puisi yang
disuarakan dan dimusikalisasi, ritme, gambar, serta suasana emosional.


Logline

Kalelon, Maka’aruyen, puisi, dan blues bertemu dalam sebuah karya
audiovisual eksperimental untuk mengenang jiwa dan warisan intelektual
Prof. Dr. W. A. Roeroe.


Sinopsis

Mengenang Sang Guru melalui Ritme dan Suara

Rhythm of Soul berangkat dari keinginan untuk mengenang
seorang guru, bukan hanya melalui biografi atau kesaksian formal,
melainkan melalui pengalaman artistik.

Puisi berubah menjadi suara dan musik. Ekspresi tradisi Minahasa
bertemu dengan blues, membentuk ruang audiovisual tempat ingatan dapat
dirasakan melalui ritme, pengulangan, bunyi, keheningan, dan gambar.

Kalelon dan Maka’aruyen membawa bentuk kebudayaan yang berakar dalam
pengalaman orang Minahasa. Blues menghadirkan bahasa lain tentang
perasaan, pergumulan, perenungan, dan jiwa manusia.

Pertemuan berbagai bentuk tersebut tidak berusaha menghapus
perbedaannya. Sebaliknya, pertemuan itu melahirkan komposisi baru untuk
mengungkapkan ingatan, rasa syukur, dan penghormatan kepada Prof. Dr.
W. A. Roeroe.


Gagasan Utama

Ingatan dapat terus hidup melalui bunyi, puisi, ritme, dan gambar.

Sebuah penghormatan tidak harus mengulang seluruh perjalanan hidup
seseorang. Ia dapat menjaga jejak emosional dan intelektual yang
ditinggalkan seorang guru di dalam diri orang-orang serta ruang
kebudayaan yang pernah disentuhnya.


Kalelon dan Maka’aruyen

Ekspresi Minahasa dalam Bentuk Eksperimental

Kalelon dan Maka’aruyen ditempatkan sebagai pusat karya ini sebagai
bentuk ekspresi kebudayaan Minahasa yang hidup.

Keduanya tidak digunakan hanya sebagai elemen tradisional penghias.
Bunyi, struktur, dan kualitas emosionalnya membentuk identitas serta
pergerakan komposisi audiovisual.

Dengan mempertemukan tradisi tersebut dengan puisi dan blues, karya ini
menjelajahi bagaimana bentuk kebudayaan warisan dapat terus melahirkan
ekspresi artistik baru.


Puisi dan Blues

Tradisi yang Berbeda Bertemu melalui Jiwa

Blues memiliki hubungan panjang dengan ingatan, rasa sakit, ketahanan,
perenungan, dan pengungkapan pengalaman batin.

Dalam Rhythm of Soul, blues memasuki percakapan dengan tradisi
lisan dan musik Minahasa. Puisi menjadi jembatan di antara bentuk-bentuk
yang berbeda tersebut.

Hasilnya bukan video musik konvensional, melainkan karya eksperimental
yang memungkinkan gambar, suara, musik, dan ingatan kebudayaan bergerak
bersama.


Penghormatan kepada Prof. Dr. W. A. Roeroe

Mengenang Sang Guru

Karya ini didedikasikan kepada Prof. Dr. W. A. Roeroe sebagai ungkapan
penghormatan dan rasa syukur.

Penyebutan “guru” dalam konteks ini melampaui ruang kelas formal. Ia
merujuk kepada seseorang yang pengetahuan, pemikiran, keteladanan, dan
hubungannya terus memengaruhi orang lain.

Karena itu, Rhythm of Soul menjadi eksperimen artistik
sekaligus tindakan mengingat secara bersama.


Pendekatan Eksperimental

Memusikalisasikan Puisi melalui Bahasa Audiovisual

Karya ini dikembangkan sebagai video musikalisasi puisi, bukan sebagai
film cerita konvensional.

Makna muncul melalui hubungan antara puisi, musik, suara, gambar
interpretatif, ritme, dan penyuntingan.

Pendekatan tersebut memberi kebebasan kepada karya untuk bergerak di
antara penghormatan, pertunjukan, dokumentasi kebudayaan, dan
eksperimen visual.


Peluncuran dan Diskusi

Wale Papendangan, Sonder

Rhythm of Soul diluncurkan dan didiskusikan pada Sabtu,
20 Februari 2016, di Wale Papendangan, Talikuran, Sonder.

Kegiatan tersebut membawa karya audiovisual ini ke dalam ruang
kebudayaan bersama, tempat penonton dapat menyaksikan, mengingat, dan
mendiskusikan hubungan antara tradisi Minahasa, puisi, musik, film, dan
warisan Prof. Dr. W. A. Roeroe.


Tentang Wale Papendangan

Ruang bagi Sastra, Kebudayaan, dan Sinema

Wale Papendangan berfungsi sebagai ruang belajar dan ruang kebudayaan
di Sonder yang mempertemukan kerja berkaitan dengan sastra,
pertunjukan, sejarah, musik, dan sinema Minahasa.

Peluncuran Rhythm of Soul menjadi bagian dari usaha membangun
perjumpaan antara produksi artistik, pengetahuan kebudayaan, dan diskusi
publik.


Informasi Proyek

Detail Karya

Judul
Rhythm of Soul

Format
Video eksperimental musikalisasi puisi

Tahun
2016

Bentuk artistik
Kalelon · Maka’aruyen · Musikalisasi puisi · Blues · Video eksperimental

Dipersembahkan kepada
Prof. Dr. W. A. Roeroe

Produksi
Wale Papendangan · Kelas Sastra dan Sinematografi

Kerja sama
KAMA—Kalelon Maka’aruyen

Peluncuran dan diskusi
Sabtu, 20 Februari 2016

Tempat
Wale Papendangan, Talikuran, Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara,
Indonesia


← Lihat Semua Film