Dokumenter pendek tentang air, ingatan leluhur, tanggung jawab spiritual, dan hubungan masyarakat Warembungan dengan sebuah mata air suci di Minahasa.
Dokumenter Pendek
Film Selesai
2023
Film Karya Kalfein Maikel Wuisan
Menghormati Hubungan Leluhur dengan Air
Ruma’mus Ung Gio mengikuti Tonaas Rinto Taroreh, pemimpin spiritual dari Warembungan, ketika melaksanakan ritual yang terhubung dengan sebuah mata air suci di dekat kampung. Melalui air, doa, ingatan, dan tempat, film memperlihatkan bahwa sejarah leluhur tetap menjadi bagian dari tanggung jawab masa kini.
Logline
Di Warembungan, Tonaas Rinto Taroreh melaksanakan ritual Ruma’mus Ung Gio untuk menghormati hubungan leluhur dengan sebuah mata air suci dan memperbarui tanggung jawab masyarakat dalam menjaga air serta tanah.
Sinopsis
Air sebagai Kehidupan, Ingatan, dan Tanggung Jawab
Air merupakan unsur penting dalam kehidupan Warembungan. Mata air suci tidak hanya dipahami sebagai sumber air secara fisik, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah leluhur, kehidupan spiritual, ingatan bersama, dan hubungan yang terus berlangsung antara manusia dengan wilayah hidup.
Film mengikuti Tonaas Rinto Taroreh selama ritual Ruma’mus Ung Gio. Kata-kata, gerakan, persembahan, air, hutan, dan keheningan mempertemukan bentang yang terlihat dengan kehadiran leluhur.
Mengingat mata air juga berarti menerima tanggung jawab. Hubungan masyarakat Warembungan dengan air membawa kewajiban untuk menjaga tanah, merawat hubungan dengan dunia yang hidup, dan meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya.
Ruma’mus Ung Gio
Ritual yang Terhubung dengan Mata Air Suci
Ritual ini mengingat hubungan leluhur dengan tanah dan sumber-sumber air di dalamnya. Mata air suci didekati melalui penghormatan, doa, ingatan, dan pengakuan terhadap tanggung jawab yang dibawa oleh generasi masa kini.
Film tidak menghadirkan ritual sebagai pertunjukan kebudayaan yang terpisah dari kehidupan. Ruma’mus Ung Gio tetap terhubung dengan keseharian, perawatan ekologis, identitas bersama, dan perlindungan wilayah Warembungan.
Tonaas Rinto Taroreh
Kepemimpinan Spiritual dan Tanggung Jawab Kebudayaan
Tonaas Rinto Taroreh memimpin ritual dan menghubungkan pengetahuan lisan, ingatan leluhur, tempat, serta tanggung jawab. Kehadirannya memperlihatkan bahwa kepemimpinan kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan bentuk upacara.
Kepemimpinan spiritual juga membawa kewajiban terhadap air, tanah, kehidupan masyarakat, dan pewarisan pengetahuan.
Tema Utama
Hal-Hal yang Dipertemukan Film
Air
Air dihadirkan sebagai sumber kehidupan, hubungan yang hidup, dan dasar keberlanjutan masyarakat.
Ingatan Leluhur
Mata air membawa sejarah tanah, permukiman, spiritualitas, dan hubungan yang diwariskan lintas generasi.
Keanekaragaman Hayati
Praktik kebudayaan dan spiritual tetap terhubung dengan perlindungan hutan, mata air, serta kehidupan di sekitarnya.
Tanggung Jawab atas Wilayah
Mengingat tanah leluhur mencakup penerimaan peran sebagai penjaga air, wilayah, dan kehidupan masa depan.
Informasi Film
Detail Proyek
Format
Dokumenter pendek
Tahun
2023
Negara
Indonesia
Lokasi
Warembungan, Minahasa, Indonesia
Sutradara
Kalfein Maikel Wuisan
Tokoh Utama
Tonaas Rinto Taroreh
Tema
Pengetahuan, kebudayaan, spiritualitas, keanekaragaman hayati
Dukungan Proyek
Forest Peoples Programme · If Not Us Then Who? · Nia Tero
Local Biodiversity Outlooks
Pengetahuan Masyarakat Adat dalam Percakapan Keanekaragaman Hayati Dunia
Film ini menjadi bagian dari inisiatif penceritaan digital yang terhubung dengan Local Biodiversity Outlooks. Program tersebut menampilkan kontribusi penting Masyarakat Adat dan komunitas lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati serta melindungi wilayah hidup.
Tonton dan Pelajari
Tonton Ruma’mus Ung Gio
Versi lengkap berbahasa Inggris tersedia secara publik melalui If Not Us Then Who? Konteks tambahan tersedia melalui Local Biodiversity Outlooks.
