Film Dokumenter Pendek · Seri Sekolah Adat · 2025
Di Sekolah Adat Pesinauan di Olehsari, Banyuwangi, belajar menjadi cara
untuk kembali pada pengetahuan yang masih hidup dalam ingatan dan praktik
para tetua serta komunitas.
Tentang Film
Ruang untuk Pulang
Sekolah Adat Pesinauan: Merawat Tradisi Mewariskan Weluri
merupakan film dokumenter pendek tentang sebuah Sekolah Adat di Dusun
Krajan, Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Pesinauan hadir sebagai ruang tempat masyarakat dapat berbicara, belajar,
dan bergerak di dalam nilai serta pengetahuan adat mereka sendiri.
Lebih dari sekadar tempat belajar, Pesinauan menjadi ruang untuk pulang.
Pulang kepada pengetahuan yang mungkin tidak sempat dialami langsung oleh
generasi muda, tetapi masih hidup dalam ingatan para tetua.
Logline
Di Olehsari, Banyuwangi, Sekolah Adat membuka ruang bagi generasi muda
untuk kembali pada pengetahuan yang masih dijaga oleh para tetua dan
komunitas mereka.
Sinopsis
Kembali pada Pengetahuan yang Masih Hidup
Sekolah Adat Pesinauan tumbuh dari kebutuhan masyarakat akan sebuah ruang
tempat mereka dapat belajar dari pengetahuan yang masih hidup di sekitar
mereka.
Sebagian pengetahuan itu tidak lagi dialami secara langsung oleh generasi
muda. Ia bertahan melalui ingatan, cerita, praktik, dan pengalaman para
tetua.
Sekolah Adat menciptakan jembatan antargenerasi. Belajar menjadi proses
mendengar, mengingat, mempraktikkan, dan membangun kembali hubungan yang
mungkin telah melemah.
Karena itu, Pesinauan bukan hanya sekolah. Ia menjadi ruang tempat
pengetahuan komunitas kembali hadir dalam kehidupan sehari-hari dan
diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pertanyaan Utama
Bagaimana Sekolah Adat dapat menjadi ruang untuk pulang?
Jawabannya dimulai dari kesadaran bahwa pengetahuan itu belum hilang.
Sebagian besar masih hidup dalam diri para tetua, ingatan komunitas,
serta praktik kebudayaan sehari-hari.
Pengetahuan dan Ingatan
Belajar dari Para Tetua
Pengetahuan Masyarakat Adat tidak hanya disimpan dalam dokumen tertulis.
Pengetahuan dapat hidup dalam ingatan, bahasa, cerita, cara bekerja,
hubungan sosial, dan praktik yang dibawa oleh generasi yang lebih tua.
Pesinauan menyediakan ruang agar bentuk-bentuk pengetahuan tersebut dapat
dibagikan kembali, sehingga generasi muda dapat berjumpa dengan sejarah
dan cara mengetahui yang masih hidup di dalam komunitasnya sendiri.
Ruang Belajar Adat
Lebih dari Ruang Kelas
Pesinauan bukan sekadar bentuk lain dari sekolah formal.
Proses belajar tumbuh dari orang-orang yang memiliki pengetahuan dan dari
lingkungan kebudayaan tempat pengetahuan tersebut tetap mempunyai makna.
Para tetua, keluarga, pelaku kebudayaan, dan masyarakat menjadi bagian
dari proses pendidikan. Komunitas sendiri menjadi sumber pengetahuan.
Keberlanjutan Antargenerasi
Mewariskan Pengetahuan
Sebuah tradisi dapat terus hidup ketika generasi berikutnya mempunyai
kesempatan untuk masuk ke dalamnya, memahaminya, dan menjadikannya bagian
dari kehidupan mereka.
Pesinauan menyediakan ruang agar perjumpaan tersebut dapat terjadi.
Karena itu, Sekolah Adat tidak hanya berbicara mengenai mengingat masa
lalu, tetapi juga mengenai bagaimana pengetahuan dapat terus hidup melalui
orang-orang yang membawanya ke masa depan.
Sebuah Pengingat
Bukan orang tua yang ketinggalan zaman.
Film ini membalik pertanyaan tersebut: justru generasi yang lebih muda
mungkin telah menjauh dari pengetahuan yang dikumpulkan dan dipelihara
oleh generasi sebelumnya.
Pendekatan Dokumenter
Mendengarkan Komunitas yang Belajar dari Dirinya Sendiri
Dokumenter ini mendekati Pesinauan melalui orang-orang yang menjalankan
dan menjaga ruang belajar tersebut.
Alih-alih memperlakukan pengetahuan adat sebagai sesuatu yang hanya
berada di masa lalu, film mengamati bagaimana pengetahuan itu tetap hidup
melalui ingatan, percakapan, pembelajaran, dan hubungan antargenerasi.
Pesinauan diperlihatkan sebagai proses hidup ketika sebuah komunitas
kembali terhubung dengan pengetahuan yang sebenarnya masih berada di
dalam dirinya sendiri.
Konteks Produksi
Seri Sekolah Adat
Film dokumenter ini diproduksi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
(AMAN) dan Mata Nusantara (MATATA).
Film ini merupakan bagian dari seri yang mendokumentasikan berbagai
Sekolah Adat serta cara Masyarakat Adat membangun ruang belajar
berdasarkan pengetahuan, kebutuhan, dan konteks kebudayaannya sendiri.
Informasi Proyek
Detail Film
Judul
Sekolah Adat Pesinauan: Merawat Tradisi Mewariskan Weluri
Format
Film dokumenter pendek
Seri
Sekolah Adat
Tahun publikasi
2025
Lokasi
Dusun Krajan, Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi,
Jawa Timur, Indonesia
Produksi
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) · Mata Nusantara (MATATA)
Produser
Nura Batara
Sutradara
eKrisna
Kamera
Kalfein Wuisan · Batara Tambing · Rido Siregar
Penyunting
Kalfein Wuisan · eKrisna
Tema utama
Pendidikan adat · Pengetahuan antargenerasi · Ingatan komunitas ·
Pewarisan kebudayaan
Tonton
Tonton Film Dokumenter
